Tuesday, 23 February 2016

Ulasan Manor Racing Rio Haryanto

Manor Racing Ternyata benar saja. Nama Rio Haryanto sudah bercokol di deretan pembalap yang akan berlaga di F1 2016.
Benar-benar bikin bangga. Rio Haryanto berlomba satu lintasan dengan nama-nama besar seperti Lewis Hamilton, Nico Rosberg, Sebastian Vettel, Kimi Räikkönen, Felipe Massa, Jenson Button, Fernando Alonso dan masih banyak lagi.
Tim Manor ini berbasis di Banbury, United Kingdom dan digawangi oleh Dave Ryan sebagai Team Chief dan John McQuilliam sebagai Technical Chief. Untuk urusan mesin dipercayakan kepada Mercedes.
Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasan Femi Diah yang beliau tulis disport.detik.com.
Pebalap Indonesia, Rio Haryanto, akan tampil bersama Manor Racing dalam balapan Formula 1 tahun ini. Seperti apa kiprah tim yang akan dibela Rio itu?
Manor kini resmi mempunyai dua pebalap, Pascal Wehrlein dari Jerman dan Rio. Keduanya sama-sama pendatang baru di F1.
Manor bakal tampil dalam persaingan F1 musim 2016 ini dengan nama resmi Manor Racing Team. Mereka memberlakukan kebijakan pay-driver alias pebalap yang membawa sponsor. Tim itu dimiliki oleh pengusaha energi dari Irlandia, Stephen Fitzpatrick. Dialah yang menyelamatkan Manor dari kebangkrutan dengan menebus tim tersebut senilai 500 ribu poundsterling dari pengadilan niaga Inggris.
Perubahan signifikan dilakukan dia di tim Manor. Antara lain dengan merekrut mantan desainer Ferrari, Nikolas Tombazis, sebagai Chief Aerodynamicist. Musim lalu mereka telah bekerja sama dengan mantan Direktur Olahraga McLaren, Dave Ryan untuk menjadi racing director menggantikan Graeme Lowdon dan John Booth. Manor juga mengganti mesin Ferrari dengan Mercedes musim ini.
Ryan diyakini bisa mengangkat pamor Manor. Pengalamannya sebagai teknisi di tim McLaren M23 di kejuaraan dunia 1976, kemudian menjadi kepala mekanik untuk tim tersebut, plus direktur olahraga McLaren M23 dianggap cukup mumpuni untuk membawa Manor bisa bersaing tahun ini.
Jika disimak, Manor baru baru memulai debutnya di F1 pada musim 2010. Kala itu Manor terdaftar dengan Virgin Racing sesuai sponsor yang dibawa. Mereka menggunakan mesin Cosworth.
Nama itu bertahan dua musim. Manor kemudian menggunakan nama Marussia tapi dengan mesin yang tak berubah, Cosworth.
Kemudian mereka menggunakan nama Marussia mulai tahun 2012. Nama itu bertahan hingga 2014. Dengan nama itu, Manor berakhir kurang sip dengan dinyatakan pailit di tahun terakhirnya, 2014. Kemudian Fitzpatrick hadir.
Secara prestasi, laju Manor di persaingan F1 tak bagus-bagus amat. Peringkat terbaik tim dibuat di tahun 2014 dengan ada di urutan kesembilan dengan koleksi dua poin. Kala itu, mereka mempunyai tiga pebalap: Max Chliton, Jules Bianchi, dan Alexander Rossi.
Di tahun itu pula terjadi tragedi atas pebalap mereka: Bianchi. Dalam GP Jepang Oktober 2014, Bianchi mengalami kecelakaan hingga pebalap asal Prancis itu cedera otak dan koma. Insiden itu berbuntut masalah finansial di klub Marussia.
Sebelum meramaikan persaingan F1, Manor tampil di persaingan Formula Renault dan mempunyai pebalap yang di masa datang jadi juara dunia. Mereka juara dunia 2007 Kimi Räikkönen dan Lewis Hamilton. Manor kemudian sempat tampil di Formula 3.
Singindo sudah gak sabar mau menyaksikan Rio Haryanto duduk di kursi Manor! Semoga TV Indonesia kembali menayangkan tayangan F1 yang sudah lama menghilang.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments