Skip to main content

Menpora Ungkap 4 Syarat sebelum SK Pembekuan PSSI Dicabut


02 Mar 2016 at 18:55 WIB
Jakarta
Sejak wacana pencabutan Surat Keputusan (SK) pembekuan PSSI merebak pekan lalu, Pemerintah RI yang diwakili Kemenpora belum mengungkapkan syarat apa saja yang diminta agar pencabutan pembekuanPSSI itu tak sekadar wacana.
Selama ini digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI jadi satu-satunya syarat yang muncul ke permukaan. Namun, pada Rapat Kerja (raker) bersama Komisi X DPR RI, di Jakarta, Rabu (2/3/2016), pemerintah yang diwakili Menpora Imam Nahrawi mengungkapkan syarat tersebut.
Ada empat syarat utama yang diminta untuk dilaksanakan sebelum dilakukan pencabutan sanksi administrasi terhadap organisasi sepak bola di Indonesia itu.
Yang pertama, pemerintah meminta agar Tim Ad-Hoc PSSI menjamin FIFA menyetujui pembentukan Tim Kecil sesuai hasil komitmen kala perwakilan FIFA bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 2 November 2015. Tim Kecil ini akan mengambil alih fungsi dan tugas yang selama ini diemban Tim Ad-Hoc PSSI, yakni menyelesaikan persoalan tata kelola sepak bola nasional sekaligus segera menyampaikan hasil laporan kepada AFC dan FIFA.
Berkaitan dengan butir pertama itu, syarat kedua pemerintah memuat tentang fungsi dan tugas baru Tim Ad-Hoc PSSI, yakni berkewajiban menyampaikan laporan perkembangan terkait pembenahan internal di PSSI dalam rangka tata kelola sepak bola nasional menuju arah profesional dan transparan dalam hal manajemen, kompetisi, keuangan, dan pembinaan.
Nantinya, Tim Kecil yang diusulkan Kemenpora sebagai syarat pencabutan pembekuan PSSI akan dihuni Gatot S. Dewa Broto (wakil pemerintah), Erick Thohir (NOC), Rita Subowo (masyarakat olahraga), IGK Manila (pemerhati olahraga), dan Indra Sjafri (pelaku sepak bola).
Di luar syarat itu, Menpora Imam Nahrawi juga menekankan ada sembilan syarat lain. Hanya, syarat itu baru diterapkan bila pembentukan Tim Kecil sudah disetujui FIFA.
KLB PSSI secara spesifik diminta jadi syarat. Pemerintah meminta KLB PSSI digelar paling lambat akhir April 2016. Selain itu, pemerintah juga meminta agar Timnas mampu menjuarai Piala AFF 2016, SEA Games 2017, dan Asian Games 2018.
Pemerintah dalam rilis yang dibagikan kepada kalangan jurnalis, juga mencantumkan kewajiban Timnas lolos dari Kualifikasi Piala Dunia 2018. Sebagai informasi, keikutsertaan Indonesia di Grup F sudah didiskualifikasi akibat sanksi FIFA.
Menpora Imam Nahrawi berharap sebisa mungkin empat butir persyaratan utama bisa dipenuhi. Meski di sisi lain, nada pesimistis justru keluar dari Imam.
"Sebisa mungkin (syarat itu) bisa dilaksanakan dengan baik. Tapi, bagaimana mungkin kami bisa percaya jika satu syarat saja, sudah ditolak. Seperti KLB, mereka langsung menolaknya. Artinya, apa syarat yang lain akan didengarkan?" ucap Menpora Imam Nahrawi.

Comments

Popular posts from this blog

ULASAN PDSS

Mendekati masa akhir pendaftaran Pangkalan Data Sekolah dan Siswa ( PDSS ) , banyak sekolah di Sumatra Utara yang panik ketika mengisi data siswa dan sekolah mereka. Pasalnya, dilansir dari salah satu media online lokal, mereka mengaku jaringan server penuh. Mereka akhirnya kesulitan untuk mengakses laman PDSS.  Humas Universitas Negeri Medan (Unimed) Muhammad Surip mengaku telah mendapatkan telepon dari puluhan kepala sekolah seluruh Sumatra Utara untuk mengaku pengisian PDSS mreka belum tuntas. "Jaringan server full akibat sekolah isi PDSS di akhir waktu. Inilah risiko sekolah. Ada puluhan kepala sekolah di Sumatera Utara telepon untuk menyampaikan belum daftar PDSS karena proses registrasi gagal," ujar Surip kepada media tersebut, pada Senin (22/2). Penuhnya server hingga mereka sulit mengakses laman tersebut karena dua hal ini. Pertama,  waktu pengisian PDSS berlangsung cukup lama. Dilansir dari salah satu media lo...

Ini Penjelasan Tere Liye Terkait Tulisannya ‘Pahlawan Kemerdekaan’ yang Banjir Kecaman

Penulis novel Tere Liye membuat gaduh meida sosial. Hal itu terkait tulisannya terkait Pahlawan Kemerdekaan yang di-upload di akun fan page miliknya. "Indonesia itu merdeka, karena jasa-jasa tiada tara para pahlawan--yang sebagian besar diantara mereka adalah ulama-ulama besar, juga tokoh2 agama lain. Orang-orang religius, beragama.  Apakah ada orang komunis, pemikir sosialis, aktivis HAM, pendukung liberal, yang pernah bertarung hidup mati melawan serdadu Belanda, Inggris atau Jepang? Silahkan cari.  Anak muda, bacalah sejarah bangsa ini dengan baik. Jangan terlalu terpesona dengan paham-paham luar, seolah itu keren sekali; sementara sejarah dan kearifan bangsa sendiri dilupakan." Sontak tulisan ini mendapat tanggapan beragam dari netizen. Mereka meng-capture status tersebut kemudian jadi viral di media sosial. Tak sedikit tulisan Tere Liye di fan page dengan jumlah pengikut 1,3 juta itu dianggap mengabaikan jasa pahlawan lainnya dengan latar belakang ...

Ulasan Manor Racing Rio Haryanto

Manor Racing   Ternyata benar saja. Nama Rio Haryanto sudah bercokol di deretan pembalap yang akan berlaga di F1 2016. Benar-benar bikin bangga. Rio Haryanto berlomba satu lintasan dengan nama-nama besar seperti Lewis Hamilton, Nico Rosberg, Sebastian Vettel, Kimi Räikkönen, Felipe Massa, Jenson Button, Fernando Alonso dan masih banyak lagi. Tim Manor ini berbasis di Banbury, United Kingdom dan digawangi oleh Dave Ryan sebagai Team Chief dan John McQuilliam sebagai Technical Chief. Untuk urusan mesin dipercayakan kepada Mercedes. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasan Femi Diah yang beliau tulis di sport.detik.com . Pebalap Indonesia, Rio Haryanto, akan tampil bersama Manor Racing dalam balapan Formula 1 tahun ini. Seperti apa kiprah tim yang akan dibela Rio itu? Manor kini resmi mempunyai dua pebalap, Pascal Wehrlein dari Jerman dan Rio. Keduanya sama-sama pendatang baru di F1. Manor bakal tampil dalam persaingan F1 musim 2016 ini dengan nama resmi Manor Racing ...