Wednesday, 10 February 2016

Perhatikan bila ingin melihat perayaan galungan di bali

Satu hari menjelang Perayaan Galungan yang jatuh pada Rabu 10 Februari 2016 besok, hari ini masyarakat Bali melakukan aktivitas membuat makanan khas Hari Raya Galungan yaitu lawar.

"Seperti biasa, satu hari sebelum Galungan kuta semua sekeluarga 'ngelawar' (membuat masakan lawar). Nanti kami nikmati sekeluarga, kami bagikan ke saudara dan juga untuk mebanten(sesaji). Kita buat lawar babi," kata salah satu warga, Wayan Darmana di Denpasar, Selasa (9/2/2016). 

Selain keluarga Darmana, hal yang sama juga dilakukan oleh keluarga Hindu lainnya yang tinggal di Bali.

Lawar adalah masakan berupa campuran sayur-sayuran dan daging cincang.

Beberapa daerah juga memiliki tradisi uniknya sendiri. Seperti warga Banjar Keren, Denpasar di mana Teruna-teruni atau komunitas pemudanya ramai-ramai memotong babi dan dijual untuk warga sekitar. 

Di samping tradisi, hal ini juga terkait faktor ekonomis, mengingat di hari raya harga daging mahal.

"Tradisi di Bali aneka macam, tapi tidak menghilangkan esensi ritual itu sendiri. Buat Lawar sebagian tradisi untuk menyambut perayaan Galungan yang merupakan simbol kemenangan kebaikan melawan kejahatan," kata Gede Ardika, salah satu warga. 

Masakan lawar bisa menggunakan bahan daging babi, penyu, entok (kuir) dan ayam. Makanan turun temurun ini memang menjadi salah satu makanan wajib disamping untuk sesaji, juga untuk dinikmati sekeluarga dan diberikan kepada sanak saudara. 

Tradisi membuat lawar satu hari jelang Hari Raya Galungan disebut sebagai Hari Penampahan. Penampahan diambil dari kata "Nampah" atau memotong hewan untuk dijadikan masakan. Selain lawar, mereka juga menyisakan daging untuk buat sate. 

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments